WASHINGTON--Sebaik-baiknya manusia berencana, Allah Yang Maha Besar yang menentukan. Demikian benang merah kisah perkenalan Shariffa Carlo dengan Islam. "Aku tahu seluk beluk tentang Islam. Tapi saat itu, aku memiliki agenda untuk menghancurkan Islam," kenang Sharifa.
Keterlibatan Shariffa dalam kelompok anti Islam boleh dibilang tidak sengaja. Saat itu, anggota kelompok itu melihat bakat dan kemampuannya seperti keahlian berdiplomasi dan menguasai isu-isu Islam dan Timur Tengah. "Orang itu lalu berkata padaku jika bergabung maka ada jaminan aku akan bekerja di kedutaan besar AS di Mesir. Dia ingin aku pergi kesana untuk berbicara dengan muslimah dan mendorong gerakan terkait hak-hak perempan," kata dia.
Saat itu, Shariffa melihat tawaran itu sungguh menarik. Belum lagi, hal yang diperjuangkan adalah perempuan. Sharifa paham betul, muslimah adalah individu tertindas. Tentu, niatan dirinya untuk membantu perjuangan para muslimah menjadi besar. "Aku ingin membawa mereka pada kebebasan," ucapnya.
Sebagai bekal pendekatan terhadap muslimah, Shariffa mulai mendalami Alquran dan sejarah Islam. Ia juga belajar bagaimana memutar balikan fakta dalam Alquran untuk tujuan tertentu. Shariffa pun menyadari apa yang dilakukannya itu kian mendekatkan dirinya dengan Islam."Aku mulai tertarik, tapi aku coba untuk menahan ketertarikan itu dengan mempelajari ajaran Kristen secara mendalam," kata Shariffa.
Niatan itu dilakukannya. Ia minta seorang teolog lulusan Harvard untuk menjadi pembimbingnya. Namun, pembimbingnya itu justru sosok yang meragukan sejumlahkepercayaan dalam kristen seperti masalah Trinitas dan kenabian Yesus.
"Diawal aku merasa ditangan yang benar, tapi ternyata profesor ini seorang yang percaya bahwa Yesus adalah seorang Nabi," kenang dia.
Shariffa pun kembali mencari penolakan atas kebenaran ini dengan mengkaji kembali isi alkitab berbahasa Yunani dan Ibrani. Ternyata, ia menemukan hal yang mengejutkan. Apa yang ia baca serupa dengan apa yang dipelajarinya.Kepercayaannya terhadap Kristen runtuh seketika. "Aku saat itu tidakbisa menerimannya, aku tetap memaksakan bahwa Kristen yang benar. Aku tidak siap menerima kebenaran Islam," katanya.
Seiring berjalannya waktu, pergulatan dalam diri Shariffa berakhir. Ia mulai untuk menerima secara perlahan kebenaran tentang Islam. Sebuah agama yang dahulu ia pergunakan untuk menyebarkan pesan kebencian. Ia pun mulai banyak berdiskusi dengan muslim.
Suatu hari, Shariffa bertemu dengan sekelompok muslim yang tengah berkunjung. Entah mengapa, Shariffa begitu berkeinginan kuat untuk bertemu dengan mereka. Ia pun terlibat diskusi tentang Islam dan Kristen. "Aku tidak lagi bisa membohongi kebenaran nyara. Aku tahu itu kebenaran sejati. Aku lalu mengambil keputusan, Alhamdulillah, aku ingin menjadi seorang muslim," kenangnya haru.
"Saat aku bersyahadat dihadapan Allah SWT, seketika aku merasakan betapa beban dalam diriku hilang seketika. Aku begitu bahagia, dan merasa bersyukur dapat menjalani sisa hidup untuk menjadi muslim," pungkasnya
Redaktur: Hafidz Muftisany
Reporter: Agung Sasongko
Share
Tweet
9.211 reads
KAMPUS ENTREPRENEUR
BNI SYARIAH
Firman Allah dalam Surah al-Hajj. Allah berfirman, "Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan), janganlah kamu memperserikatkan sesuatu pun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat, dan orang-orang yang ruku dan sujud. Berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka mempersaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak.al-Hajj: 26-30(HR Bukhari)
Sabtu, 19 Mei 2012
Kamis, 17 Mei 2012
Similarities between Jesus christ and Muhammad Subhanahuwata ala
Similarities between Jesus christ (Isaa 'alaihis salaam) and Prophet muhammad (peace be upon him)
1)Taught about the Oneness of God [Matthew 22:36-40 & Mark 10:18]
2)Prayed to GOD with his head on the ground (Matthew 26:39)
3) Said "Peace Be Unto You" [Shalom alaichm][Same as Assalamu alaikum] [John20:26]
4)Never drink wine as prohibited in [Proverbs 20:1] [Ephesians 5:18]
5)Never eat pork as prohibited in [Leviticus 11:7-8] [Deuteronomy 14:8]
6)Fasted [Matthew 4:2]
What these prophets said about each other?
Prophet Muhammad (peace be upon him) said, "No child is born but that, Satan touches it when it is born except Mary and her Son (jesus)." [Sahih Al-Bukhari, Volume 6, Book 60, Number 71]
Jesus christ (peace be upon him) said aboutprophet muhammad (peace be upon him)
"I have yet many things to say unto you, but ye cannot bear them now. Howbeit when he, the Spirit of truth is come, he willguide you unto all truth: for he shall not speak of himself; but whatsoever he shall hear, that shall he speak: and he will show you things to come. He shall glorify me".[John 16:12-14]
"Nevertheless I tell you the truth; it is expedient for you that I go away: for if I gonot away, the Comforter will not come unto you; but if I depart, I will send him unto you". [John 16:7]
Allah says
"And remember, Jesus, the son of Mary, said, 'O Children of Israel! I am the messenger of Allah (sent) to you, confirming the Law (which came) before me and giving glad tidings of a messenger to come after me, whose name shall be Ahmed.' But when he came to them with clear signs, they said, 'This is evident sorcery!' " [Al-Qur'an Chapter 61 Verse 6]
[Tag ur Christian Friends + Share on ur Profile]
1)Taught about the Oneness of God [Matthew 22:36-40 & Mark 10:18]
2)Prayed to GOD with his head on the ground (Matthew 26:39)
3) Said "Peace Be Unto You" [Shalom alaichm][Same as Assalamu alaikum] [John20:26]
4)Never drink wine as prohibited in [Proverbs 20:1] [Ephesians 5:18]
5)Never eat pork as prohibited in [Leviticus 11:7-8] [Deuteronomy 14:8]
6)Fasted [Matthew 4:2]
What these prophets said about each other?
Prophet Muhammad (peace be upon him) said, "No child is born but that, Satan touches it when it is born except Mary and her Son (jesus)." [Sahih Al-Bukhari, Volume 6, Book 60, Number 71]
Jesus christ (peace be upon him) said aboutprophet muhammad (peace be upon him)
"I have yet many things to say unto you, but ye cannot bear them now. Howbeit when he, the Spirit of truth is come, he willguide you unto all truth: for he shall not speak of himself; but whatsoever he shall hear, that shall he speak: and he will show you things to come. He shall glorify me".[John 16:12-14]
"Nevertheless I tell you the truth; it is expedient for you that I go away: for if I gonot away, the Comforter will not come unto you; but if I depart, I will send him unto you". [John 16:7]
Allah says
"And remember, Jesus, the son of Mary, said, 'O Children of Israel! I am the messenger of Allah (sent) to you, confirming the Law (which came) before me and giving glad tidings of a messenger to come after me, whose name shall be Ahmed.' But when he came to them with clear signs, they said, 'This is evident sorcery!' " [Al-Qur'an Chapter 61 Verse 6]
[Tag ur Christian Friends + Share on ur Profile]
Selasa, 15 Mei 2012
Musik yang di kecualikan part.end
Tidak diketahui ada riwayat
yang shahih dari Nabi n, yang
membolehkan umatnya
bernyanyi dengan
menggunakan rebana, kecuali
dua keadaan tersebut: pesta pernikahan dan hari-hari
raya. Wallahul muwaffiq. Peringatan Adapun hadits Abdullah bin
Buraidah, dari ayahnya,
bahwa ada seorang budak
wanita hitam datang kepada
Rasulullah n, ketika beliau n
pulang dari salah satu peperangan. Budak tersebut
berkata: “Sesungguhnya aku
pernah bernadzar untuk aku
memukul rebana di dekatmu,
jika Allah k mengembalikan
engkau dalam keadaan selamat.” Beliau menjawab:
“Jika engkau telah bernadzar,
maka lakukanlah. Dan jika
engkau belum bernadzar
maka jangan engkau
melakukannya.” Diapun mulai memukulnya. Lalu Abu Bakr
z masuk dalam keadaan dia
tetap memukulnya. Lalu
masuklah Umar z, maka dia
segera menyembunyikan
rebana tersebut di belakangnya sambil menutupi
dirinya. Maka berkata
Rasulullah n: “Sesungguhnya
setan benar-benar takut
darimu, wahai Umar. Aku
duduk di sini dan mereka ini masuk. Tatkala engkau yang
masuk, diapun melakukan
apa yang dia lakukan
tadi.” (HR. Ahmad, 5/353, Ibnu
Hibban, 10/4386, Al-Baihaqi,
10/77. Dishahihkan Al-Albani dalam Ash-Shahihah, 4/1609) Hadits ini merupakan
kekhususan bagi Rasulullah n
dan tidak diqiyaskan kepada
orang lain. Al-Albani t
berkata: “Yang nampak
bagiku bahwa nadzar wanita tersebut merupakan luapan
kegembiraan darinya dengan
kedatangan Nabi n dalam
keadaan selamat dan sehat
serta mendapat pertolongan.
Beliaupun mengampuni, sebab dia telah bernadzar
dengannya untuk
menampakkan
kegembiraannya. Hal ini
sebagai kekhususan bagi
beliau n, bukan untuk manusia seluruhnya.
Sehingga tidak boleh
dijadikan sebagai dalil
bolehnya memukul rebana
pada setiap kegembiraan.
Sebab, tidak ada yang lebih menggembirakan dari
kegembiraan atas datangnya
Nabi n.” (Silsilah Ash-
Shahihah, 4/142, At-Tahrim
hal. 124) Lantas bolehkan selain rebana
serta dimainkan oleh selain
anak-anak kecil dan wanita?
Penjelasan tentang hal ini
dapat dilihat dalam bagian
lain dari Kajian Utama ini (Bernyanyi tanpa Alat Musik ).
yang shahih dari Nabi n, yang
membolehkan umatnya
bernyanyi dengan
menggunakan rebana, kecuali
dua keadaan tersebut: pesta pernikahan dan hari-hari
raya. Wallahul muwaffiq. Peringatan Adapun hadits Abdullah bin
Buraidah, dari ayahnya,
bahwa ada seorang budak
wanita hitam datang kepada
Rasulullah n, ketika beliau n
pulang dari salah satu peperangan. Budak tersebut
berkata: “Sesungguhnya aku
pernah bernadzar untuk aku
memukul rebana di dekatmu,
jika Allah k mengembalikan
engkau dalam keadaan selamat.” Beliau menjawab:
“Jika engkau telah bernadzar,
maka lakukanlah. Dan jika
engkau belum bernadzar
maka jangan engkau
melakukannya.” Diapun mulai memukulnya. Lalu Abu Bakr
z masuk dalam keadaan dia
tetap memukulnya. Lalu
masuklah Umar z, maka dia
segera menyembunyikan
rebana tersebut di belakangnya sambil menutupi
dirinya. Maka berkata
Rasulullah n: “Sesungguhnya
setan benar-benar takut
darimu, wahai Umar. Aku
duduk di sini dan mereka ini masuk. Tatkala engkau yang
masuk, diapun melakukan
apa yang dia lakukan
tadi.” (HR. Ahmad, 5/353, Ibnu
Hibban, 10/4386, Al-Baihaqi,
10/77. Dishahihkan Al-Albani dalam Ash-Shahihah, 4/1609) Hadits ini merupakan
kekhususan bagi Rasulullah n
dan tidak diqiyaskan kepada
orang lain. Al-Albani t
berkata: “Yang nampak
bagiku bahwa nadzar wanita tersebut merupakan luapan
kegembiraan darinya dengan
kedatangan Nabi n dalam
keadaan selamat dan sehat
serta mendapat pertolongan.
Beliaupun mengampuni, sebab dia telah bernadzar
dengannya untuk
menampakkan
kegembiraannya. Hal ini
sebagai kekhususan bagi
beliau n, bukan untuk manusia seluruhnya.
Sehingga tidak boleh
dijadikan sebagai dalil
bolehnya memukul rebana
pada setiap kegembiraan.
Sebab, tidak ada yang lebih menggembirakan dari
kegembiraan atas datangnya
Nabi n.” (Silsilah Ash-
Shahihah, 4/142, At-Tahrim
hal. 124) Lantas bolehkan selain rebana
serta dimainkan oleh selain
anak-anak kecil dan wanita?
Penjelasan tentang hal ini
dapat dilihat dalam bagian
lain dari Kajian Utama ini (Bernyanyi tanpa Alat Musik ).
Musik yang di kecualikan part.2
Juga hadits yang
diriwayatkan dari
Muhammad bin Hathib z, dia
berkata: Rasulullah n
bersabda: ُّﻑُّﺪﻟﺍ ِﻝﺎَﻠَﺤْﻟﺍَﻭ ِﻡﺍَﺮَﺤْﻟﺍ َﻦْﻴَﺑ ﺎَﻣ ُﻞْﺼَﻓ
ِﺡﺎَﻜِّﻨﻟﺍ ﻲِﻓ ُﺕْﻮَّﺼﻟﺍَﻭ “Pembeda antara (hubungan)
yang haram dan yang halal
adalah menabuh rebana dan
suara dalam pernikahan.” (HR.
Ahmad, 3/418, At-Tirmidzi no.
1088, An-Nasa`i no. 3369, Ibnu Majah no. 1896. Dihasankan
Al-Albani dalam Al-Irwa`,
7/1994) Bernyanyi dan Menabuh
Rebana di Hari Raya Hal ini berdasarkan hadits
Aisyah x, ia berkata: ْﻦِﻣ ِﻥﺎَﺘَﻳِﺭﺎَﺟ ﻱِﺪْﻨِﻋَﻭ ٍﺮْﻜَﺑ ﻮُﺑَﺃ َﻞَﺧَﺩ
ِﺖَﻟَﻭﺎَﻘَﺗ ﺎَﻤِﺑ ِﻥﺎَﻴِّﻨَﻐُﺗ ِﺭﺎَﺼْﻧَﺄْﻟﺍ ﻱِﺭﺍَﻮَﺟ
ﺎَﺘَﺴْﻴَﻟَﻭ :ْﺖَﻟﺎَﻗ .َﺙﺎَﻌُﺑ َﻡْﻮَﻳ ُﺭﺎَﺼْﻧَﺄْﻟﺍ
ُﺮﻴِﻣﺍَﺰَﻣَﺃ :ٍﺮْﻜَﺑ ﻮُﺑَﺃ َﻝﺎَﻘَﻓ .ِﻦْﻴَﺘَﻴِّﻨَﻐُﻤِﺑ
ِﻪﻠﻟﺍ ِﻝﻮُﺳَﺭ ِﺖْﻴَﺑ ﻲﻓ ِﻥﺎَﻄْﻴَّﺸﻟﺍ n؟ ِﻪﻠﻟﺍ ُﻝﻮُﺳَﺭ َﻝﺎَﻘَﻓ ،ٍﺪﻴِﻋ ِﻡْﻮَﻳ ﻲِﻓ َﻚِﻟَﺫَﻭ
n: ﺍَﺬَﻫَﻭ ،ﺍًﺪﻴِﻋ ٍﻡْﻮَﻗ ِّﻞُﻜِﻟ َّﻥِﺇ ،ٍﺮْﻜَﺑ ﺎَﺑَﺃ ﺎَﻳ ﺎَﻧُﺪﻴِﻋ
Abu Bakr masuk (ke
tempatku) dan di dekatku ada
dua anak perempuan kecil
dari wanita Anshar sedang
bernyanyi tentang apa yang
dikatakan oleh orang-orang Anshar pada masa Bu’ats
(perang besar yang terjadi di
masa jahiliah antara suku Aus dan Khazraj).” Aisyah berkata:
“Keduanya bukanlah
penyanyi.” Abu Bakr lalu
berkata: “Apakah seruling
setan di dekat Rasulullah n, di
rumah Rasulullah n?” Hal itu terjadi pada hari raya.
Rasulullah n bersabda: ‘Wahai
Abu Bakr, sesungguhnya
setiap kaum memiliki hari
raya. Dan ini adalah hari raya
kita’.” (HR. Al-Bukhari, Kitab Al-‘Iedain, Bab Sunnatul
‘Iedain li Ahlil Islam no. 909) Dalam riwayat Al-Bukhari
pula, dari Aisyah x: “Abu Bakr
z masuk ke tempat Aisyah. Di
dekatnya ada dua perempuan
kecil –pada hari-hari Mina
(hari tasyriq) – sambil memukul rebana, dalam
keadaan Nabi n menutup
wajahnya dengan bajunya.
Abu Bakr lalu membentak
mereka berdua. Maka Nabi n
menyingkap baju tersebut dari wajahnya lalu berkata:
“Biarkanlah keduanya wahai
Abu Bakr, karena
sesungguhnya ini adalah hari-
hari raya.” Waktu itu adalah
hari-hari Mina.” (HR. Al- Bukhari no. 944) Abu Ath-Thayyib Ath-Thabari
t berkata: “Hadits ini adalah
hujjah kami. Sebab Abu Bakr
menamakan hal itu sebagai
seruling setan, dan Nabi n
tidak mengingkari ucapan Abu Bakr. Hanya saja beliau n
melarang Abu Bakr
melakukan pengingkaran
keras terhadapnya karena
kebaikan beliau dalam
bergaul, apalagi pada hari raya. Sementara Aisyah x
masih anak kecil pada waktu
itu. Tetapi tidak ada
dinukilkan dari beliau
(Aisyah) setelah beliau baligh
dan mendapat ilmu kecuali celaan terhadap nyanyian.
Anak saudaranya sendiri
yang bernama Al-Qasim bin
Muhammad mencela
nyanyian dan melarang dari
mendengarnya. Dia (Al- Qasim) mengambil ilmu
darinya (Aisyah x).” (Talbis
Iblis, Ibnul Jauzi hal. 292, At-
Tahrim hal. 114) Ibnu Taimiyyah t juga berkata
dalam risalah As-Sama’ War
Raqsh (Nyanyian dan Tarian):
“Dalam hadits ini ada
penjelasan bahwa berkumpul
untuk perkara ini bukanlah kebiasaan Nabi n dan para
sahabatnya. Abu Bakr z
menamakannya sebagai
seruling setan. Nabi n
membiarkan anak-anak
perempuan cilik melakukannya dengan
menyebutkan sebab bahwa
itu adalah hari raya. Dan anak-
anak kecil diberi keringanan
bermain pada hari-hari raya,
sebagaimana terdapat dalam hadits: ‘Agar kaum musyrikin
mengetahui bahwa di dalam
agama kami terdapat
kelonggaran’.” (At-Tahrim
hal. 114-115)
diriwayatkan dari
Muhammad bin Hathib z, dia
berkata: Rasulullah n
bersabda: ُّﻑُّﺪﻟﺍ ِﻝﺎَﻠَﺤْﻟﺍَﻭ ِﻡﺍَﺮَﺤْﻟﺍ َﻦْﻴَﺑ ﺎَﻣ ُﻞْﺼَﻓ
ِﺡﺎَﻜِّﻨﻟﺍ ﻲِﻓ ُﺕْﻮَّﺼﻟﺍَﻭ “Pembeda antara (hubungan)
yang haram dan yang halal
adalah menabuh rebana dan
suara dalam pernikahan.” (HR.
Ahmad, 3/418, At-Tirmidzi no.
1088, An-Nasa`i no. 3369, Ibnu Majah no. 1896. Dihasankan
Al-Albani dalam Al-Irwa`,
7/1994) Bernyanyi dan Menabuh
Rebana di Hari Raya Hal ini berdasarkan hadits
Aisyah x, ia berkata: ْﻦِﻣ ِﻥﺎَﺘَﻳِﺭﺎَﺟ ﻱِﺪْﻨِﻋَﻭ ٍﺮْﻜَﺑ ﻮُﺑَﺃ َﻞَﺧَﺩ
ِﺖَﻟَﻭﺎَﻘَﺗ ﺎَﻤِﺑ ِﻥﺎَﻴِّﻨَﻐُﺗ ِﺭﺎَﺼْﻧَﺄْﻟﺍ ﻱِﺭﺍَﻮَﺟ
ﺎَﺘَﺴْﻴَﻟَﻭ :ْﺖَﻟﺎَﻗ .َﺙﺎَﻌُﺑ َﻡْﻮَﻳ ُﺭﺎَﺼْﻧَﺄْﻟﺍ
ُﺮﻴِﻣﺍَﺰَﻣَﺃ :ٍﺮْﻜَﺑ ﻮُﺑَﺃ َﻝﺎَﻘَﻓ .ِﻦْﻴَﺘَﻴِّﻨَﻐُﻤِﺑ
ِﻪﻠﻟﺍ ِﻝﻮُﺳَﺭ ِﺖْﻴَﺑ ﻲﻓ ِﻥﺎَﻄْﻴَّﺸﻟﺍ n؟ ِﻪﻠﻟﺍ ُﻝﻮُﺳَﺭ َﻝﺎَﻘَﻓ ،ٍﺪﻴِﻋ ِﻡْﻮَﻳ ﻲِﻓ َﻚِﻟَﺫَﻭ
n: ﺍَﺬَﻫَﻭ ،ﺍًﺪﻴِﻋ ٍﻡْﻮَﻗ ِّﻞُﻜِﻟ َّﻥِﺇ ،ٍﺮْﻜَﺑ ﺎَﺑَﺃ ﺎَﻳ ﺎَﻧُﺪﻴِﻋ
Abu Bakr masuk (ke
tempatku) dan di dekatku ada
dua anak perempuan kecil
dari wanita Anshar sedang
bernyanyi tentang apa yang
dikatakan oleh orang-orang Anshar pada masa Bu’ats
(perang besar yang terjadi di
masa jahiliah antara suku Aus dan Khazraj).” Aisyah berkata:
“Keduanya bukanlah
penyanyi.” Abu Bakr lalu
berkata: “Apakah seruling
setan di dekat Rasulullah n, di
rumah Rasulullah n?” Hal itu terjadi pada hari raya.
Rasulullah n bersabda: ‘Wahai
Abu Bakr, sesungguhnya
setiap kaum memiliki hari
raya. Dan ini adalah hari raya
kita’.” (HR. Al-Bukhari, Kitab Al-‘Iedain, Bab Sunnatul
‘Iedain li Ahlil Islam no. 909) Dalam riwayat Al-Bukhari
pula, dari Aisyah x: “Abu Bakr
z masuk ke tempat Aisyah. Di
dekatnya ada dua perempuan
kecil –pada hari-hari Mina
(hari tasyriq) – sambil memukul rebana, dalam
keadaan Nabi n menutup
wajahnya dengan bajunya.
Abu Bakr lalu membentak
mereka berdua. Maka Nabi n
menyingkap baju tersebut dari wajahnya lalu berkata:
“Biarkanlah keduanya wahai
Abu Bakr, karena
sesungguhnya ini adalah hari-
hari raya.” Waktu itu adalah
hari-hari Mina.” (HR. Al- Bukhari no. 944) Abu Ath-Thayyib Ath-Thabari
t berkata: “Hadits ini adalah
hujjah kami. Sebab Abu Bakr
menamakan hal itu sebagai
seruling setan, dan Nabi n
tidak mengingkari ucapan Abu Bakr. Hanya saja beliau n
melarang Abu Bakr
melakukan pengingkaran
keras terhadapnya karena
kebaikan beliau dalam
bergaul, apalagi pada hari raya. Sementara Aisyah x
masih anak kecil pada waktu
itu. Tetapi tidak ada
dinukilkan dari beliau
(Aisyah) setelah beliau baligh
dan mendapat ilmu kecuali celaan terhadap nyanyian.
Anak saudaranya sendiri
yang bernama Al-Qasim bin
Muhammad mencela
nyanyian dan melarang dari
mendengarnya. Dia (Al- Qasim) mengambil ilmu
darinya (Aisyah x).” (Talbis
Iblis, Ibnul Jauzi hal. 292, At-
Tahrim hal. 114) Ibnu Taimiyyah t juga berkata
dalam risalah As-Sama’ War
Raqsh (Nyanyian dan Tarian):
“Dalam hadits ini ada
penjelasan bahwa berkumpul
untuk perkara ini bukanlah kebiasaan Nabi n dan para
sahabatnya. Abu Bakr z
menamakannya sebagai
seruling setan. Nabi n
membiarkan anak-anak
perempuan cilik melakukannya dengan
menyebutkan sebab bahwa
itu adalah hari raya. Dan anak-
anak kecil diberi keringanan
bermain pada hari-hari raya,
sebagaimana terdapat dalam hadits: ‘Agar kaum musyrikin
mengetahui bahwa di dalam
agama kami terdapat
kelonggaran’.” (At-Tahrim
hal. 114-115)
Musik Yang Dikecualikan
Musik Yang Dikecualikan November 17th, 2011 by vega (ditulis oleh: Al-Ustadz Abu
Karimah Askari bin Jamal Al-
Bugisi) Pada momen atau keadaan
tertentu, bernyanyi dan
menggunakan alat musik
tertentu memang
diperkenankan. Namun
demikian hal itu tidak lantas dijadikan dalil untuk
membolehkan seluruh jenis
alat musik pada seluruh jenis
keadaan. Lihat penjelasannya. Setelah kita mengetahui nash-
nash tentang haramnya
musik secara umum, perlu
diketahui pula beberapa
keadaan yang dikecualikan. Di
antaranya: Bernyanyi Menabuh Rebana di
Waktu Acara Pernikahan Dalam hadits Rubayyi’ bintu
Mu’awwidz bin ‘Afra` x, dia
berkata: ُّﻲِﺒَّﻨﻟﺍ َﺀﺎَﺟ n َّﻲَﻠَﻋ َﻲِﻨُﺑ َﻦْﻴِﺣ َﻞَﺧَﺪَﻓ ﻲِّﻨِﻣ َﻚِﺴِﻠْﺠَﻤَﻛ ﻲِﺷﺍَﺮِﻓ َﻰﻠَﻋ َﺲَﻠَﺠَﻓ
ِّﻑُّﺪﻟﺎِﺑ َﻦْﺑِﺮْﻀَﻳ ﺎَﻨَﻟ ٌﺕﺎَﻳِﺮْﻳَﻮُﺟ ْﺖَﻠَﻌَﺠَﻓ
ْﺫِﺇ ،ٍﺭْﺪَﺑ َﻡْﻮَﻳ ﻲِﺋﺎَﺑﺁ ْﻦِﻣ َﻞِﺘُﻗ ْﻦَﻣ َﻦْﺑُﺪْﻨَﻳَﻭ
ﻲِﻓ ﺎَﻣ ُﻢَﻠْﻌَﻳ ٌّﻲِﺒَﻧ ﺎَﻨﻴِﻓَﻭ :َّﻦُﻫﺍَﺪْﺣِﺇ ْﺖَﻟﺎَﻗ
ﻱِﺬَّﻟﺎِﺑ ﻲِﻟﻮُﻗَﻭ ،ِﻩِﺬَﻫ ﻲِﻋَﺩ :َﻝﺎَﻘَﻓ .ٍﺪَﻏ
َﻦﻴِﻟﻮُﻘَﺗ ِﺖْﻨُﻛ “Nabi n datang, lalu beliau
masuk tatkala acara
pernikahanku. Beliau duduk
di atas ranjangku seperti
duduknya engkau dariku.
Maka beberapa anak perempuan kecil mulai
memukul rebana sambil
menyebut kebaikan orang-
orang yang terbunuh dari
orang-orang tuaku dalam
Perang Badr. Salah seorang dari mereka ada yang
berkata: ‘Di antara kami ada
seorang Nabi, yang
mengetahui apa yang terjadi
esok hari.’ Maka Rasulullah n
bersabda: ‘Tinggalkan ucapan ini, dan ucapkanlah apa yang
tadi engkau katakan’.” (HR.
Al-Bukhari, Kitab An-Nikah,
Bab Dharbu Ad-Duf fin Nikah
wal Walimah, no. 4852) Al-Hafizh t berkata ketika
mengomentari hadits ini: “Al-
Muhallab berkata: ‘Dalam
hadits ini terdapat dalil
tentang bolehnya
mengumumkan pernikahan dengan rebana dan nyanyian
yang mubah’.” (Fathul Bari,
9/203) Hal ini dikuatkan pula dengan
hadits ‘Amir bin Sa’d z, dia
berkata: ﻲِﺑَﺃَﻭ ٍﺐْﻌَﻛ ِﻦْﺑ َﺔَﻇَﺮُﻗ ﻰَﻠَﻋ ُﺖْﻠَﺧَﺩ
ﺍَﺫِﺇَﻭ ،ٍﺱْﺮُﻋ ﻲِﻓ ِّﻱِﺭﺎَﺼْﻧَﺄْﻟﺍ ٍﺩﻮُﻌْﺴَﻣ
ﻝﻮﺳﺭ ﺎَﺒِﺣﺎَﺻ ﺎَﻤُﺘْﻧَﺃ :ُﺖْﻠُﻘَﻓ .َﻦﻴِّﻨَﻐُﻳ ٍﺭﺍَﻮَﺟ
ِﻪﻠﻟﺍ n ﺍَﺬَﻫ ُﻞَﻌْﻔُﻳ ،ٍﺭْﺪَﺑ ِﻞْﻫَﺃ ْﻦِﻣَﻭ َﺖْﺌِﺷ ﻥﺇ ،ْﺲِﻠْﺟﺍ :ﻝَﺎَﻘَﻓ ؟ْﻢُﻛَﺪْﻨِﻋ
ْﺪَﻗ ،ْﺐَﻫْﺫﺍ َﺖْﺌِﺷ ْﻥِﺇَﻭ ،ﺎَﻨَﻌَﻣ ْﻊَﻤْﺳﺎَﻓ
ِﺱْﺮُﻌْﻟﺍ َﺪْﻨِﻋ ِﻮْﻬَّﻠﻟﺍ ﻲِﻓ ﺎَﻨَﻟ َﺺِّﺧُﺭ “Aku masuk ke tempat
Quradzah bin Ka’b dan Abu
Mas’ud Al-Anshari dalam
acara pernikahan. Ternyata
ada beberapa anak wanita
kecil sedang bernyanyi. Maka aku bertanya: ‘Kalian berdua
adalah sahabat Nabi n dan
ikut dalam Perang Badr. Hal
ini (nyanyian) dilakukan di
dekat kalian?’ Maka ia
menjawab: ‘Jika engkau mau, dengarkanlah bersama kami.
Dan jika engkau mau,
pergilah. Sesungguhnya telah
dibolehkan bagi kami
bersenang-senang ketika
pernikahan.” (HR. An-Nasa`i no. 3383. Dihasankan Al-
Albani dalam Shahih Sunan
An-Nasa`i)
Karimah Askari bin Jamal Al-
Bugisi) Pada momen atau keadaan
tertentu, bernyanyi dan
menggunakan alat musik
tertentu memang
diperkenankan. Namun
demikian hal itu tidak lantas dijadikan dalil untuk
membolehkan seluruh jenis
alat musik pada seluruh jenis
keadaan. Lihat penjelasannya. Setelah kita mengetahui nash-
nash tentang haramnya
musik secara umum, perlu
diketahui pula beberapa
keadaan yang dikecualikan. Di
antaranya: Bernyanyi Menabuh Rebana di
Waktu Acara Pernikahan Dalam hadits Rubayyi’ bintu
Mu’awwidz bin ‘Afra` x, dia
berkata: ُّﻲِﺒَّﻨﻟﺍ َﺀﺎَﺟ n َّﻲَﻠَﻋ َﻲِﻨُﺑ َﻦْﻴِﺣ َﻞَﺧَﺪَﻓ ﻲِّﻨِﻣ َﻚِﺴِﻠْﺠَﻤَﻛ ﻲِﺷﺍَﺮِﻓ َﻰﻠَﻋ َﺲَﻠَﺠَﻓ
ِّﻑُّﺪﻟﺎِﺑ َﻦْﺑِﺮْﻀَﻳ ﺎَﻨَﻟ ٌﺕﺎَﻳِﺮْﻳَﻮُﺟ ْﺖَﻠَﻌَﺠَﻓ
ْﺫِﺇ ،ٍﺭْﺪَﺑ َﻡْﻮَﻳ ﻲِﺋﺎَﺑﺁ ْﻦِﻣ َﻞِﺘُﻗ ْﻦَﻣ َﻦْﺑُﺪْﻨَﻳَﻭ
ﻲِﻓ ﺎَﻣ ُﻢَﻠْﻌَﻳ ٌّﻲِﺒَﻧ ﺎَﻨﻴِﻓَﻭ :َّﻦُﻫﺍَﺪْﺣِﺇ ْﺖَﻟﺎَﻗ
ﻱِﺬَّﻟﺎِﺑ ﻲِﻟﻮُﻗَﻭ ،ِﻩِﺬَﻫ ﻲِﻋَﺩ :َﻝﺎَﻘَﻓ .ٍﺪَﻏ
َﻦﻴِﻟﻮُﻘَﺗ ِﺖْﻨُﻛ “Nabi n datang, lalu beliau
masuk tatkala acara
pernikahanku. Beliau duduk
di atas ranjangku seperti
duduknya engkau dariku.
Maka beberapa anak perempuan kecil mulai
memukul rebana sambil
menyebut kebaikan orang-
orang yang terbunuh dari
orang-orang tuaku dalam
Perang Badr. Salah seorang dari mereka ada yang
berkata: ‘Di antara kami ada
seorang Nabi, yang
mengetahui apa yang terjadi
esok hari.’ Maka Rasulullah n
bersabda: ‘Tinggalkan ucapan ini, dan ucapkanlah apa yang
tadi engkau katakan’.” (HR.
Al-Bukhari, Kitab An-Nikah,
Bab Dharbu Ad-Duf fin Nikah
wal Walimah, no. 4852) Al-Hafizh t berkata ketika
mengomentari hadits ini: “Al-
Muhallab berkata: ‘Dalam
hadits ini terdapat dalil
tentang bolehnya
mengumumkan pernikahan dengan rebana dan nyanyian
yang mubah’.” (Fathul Bari,
9/203) Hal ini dikuatkan pula dengan
hadits ‘Amir bin Sa’d z, dia
berkata: ﻲِﺑَﺃَﻭ ٍﺐْﻌَﻛ ِﻦْﺑ َﺔَﻇَﺮُﻗ ﻰَﻠَﻋ ُﺖْﻠَﺧَﺩ
ﺍَﺫِﺇَﻭ ،ٍﺱْﺮُﻋ ﻲِﻓ ِّﻱِﺭﺎَﺼْﻧَﺄْﻟﺍ ٍﺩﻮُﻌْﺴَﻣ
ﻝﻮﺳﺭ ﺎَﺒِﺣﺎَﺻ ﺎَﻤُﺘْﻧَﺃ :ُﺖْﻠُﻘَﻓ .َﻦﻴِّﻨَﻐُﻳ ٍﺭﺍَﻮَﺟ
ِﻪﻠﻟﺍ n ﺍَﺬَﻫ ُﻞَﻌْﻔُﻳ ،ٍﺭْﺪَﺑ ِﻞْﻫَﺃ ْﻦِﻣَﻭ َﺖْﺌِﺷ ﻥﺇ ،ْﺲِﻠْﺟﺍ :ﻝَﺎَﻘَﻓ ؟ْﻢُﻛَﺪْﻨِﻋ
ْﺪَﻗ ،ْﺐَﻫْﺫﺍ َﺖْﺌِﺷ ْﻥِﺇَﻭ ،ﺎَﻨَﻌَﻣ ْﻊَﻤْﺳﺎَﻓ
ِﺱْﺮُﻌْﻟﺍ َﺪْﻨِﻋ ِﻮْﻬَّﻠﻟﺍ ﻲِﻓ ﺎَﻨَﻟ َﺺِّﺧُﺭ “Aku masuk ke tempat
Quradzah bin Ka’b dan Abu
Mas’ud Al-Anshari dalam
acara pernikahan. Ternyata
ada beberapa anak wanita
kecil sedang bernyanyi. Maka aku bertanya: ‘Kalian berdua
adalah sahabat Nabi n dan
ikut dalam Perang Badr. Hal
ini (nyanyian) dilakukan di
dekat kalian?’ Maka ia
menjawab: ‘Jika engkau mau, dengarkanlah bersama kami.
Dan jika engkau mau,
pergilah. Sesungguhnya telah
dibolehkan bagi kami
bersenang-senang ketika
pernikahan.” (HR. An-Nasa`i no. 3383. Dihasankan Al-
Albani dalam Shahih Sunan
An-Nasa`i)
Jumat, 11 Mei 2012
Jesus DID NOT
The Truth Of Islam
Jesus DID NOT eat PORK [Levictus 11:7-8] Christians? They Eat. Muslims? DO NOT.
Jesus DID NOT drink ALCOHOL [Numbers 6:1-4] Christians? They Drink. Muslims? DONT.
Jesus PRAYED in PROSTRATION [Matthew 26:39] Christians? Don't. Muslims? DO.
Woman were under COVER [Genesis 24:64-5] Christians? Don't. Muslims? DO it.
Jesus greeted with PEACE BE UPON YOU (Shalem Alekhum) [John 20:19] Present day Christians say: Hi hellow. Muslims say: PEACE BE UPON YOU (As salamu 'Alaikum)
Jesus FASTED. [Genesis 4:2]. Chrstians today? Don't. Muslims: DO.
Interest PROHIBITED. [Deuteronomy 23:19] Christians? LOL. Muslims? Don't take it.
Who are the better followers of Jesus (pbuh)????
WE MUSLIMS ARE THE BETTER FOLLOWER OF JESUS (pbuh), THAN THE SO CALLED CHRISTIANS.
Jesus DID NOT eat PORK [Levictus 11:7-8] Christians? They Eat. Muslims? DO NOT.
Jesus DID NOT drink ALCOHOL [Numbers 6:1-4] Christians? They Drink. Muslims? DONT.
Jesus PRAYED in PROSTRATION [Matthew 26:39] Christians? Don't. Muslims? DO.
Woman were under COVER [Genesis 24:64-5] Christians? Don't. Muslims? DO it.
Jesus greeted with PEACE BE UPON YOU (Shalem Alekhum) [John 20:19] Present day Christians say: Hi hellow. Muslims say: PEACE BE UPON YOU (As salamu 'Alaikum)
Jesus FASTED. [Genesis 4:2]. Chrstians today? Don't. Muslims: DO.
Interest PROHIBITED. [Deuteronomy 23:19] Christians? LOL. Muslims? Don't take it.
Who are the better followers of Jesus (pbuh)????
WE MUSLIMS ARE THE BETTER FOLLOWER OF JESUS (pbuh), THAN THE SO CALLED CHRISTIANS.
Senin, 07 Mei 2012
50 keistimewaan wanita shalihah part.end
34. Tidakkan putus ganjaran dari Allah kepada seorang isteri yang siang dan malamnya menggembirakan suaminya.
35. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suaminya melihat isterinya dengan kasih sayang akan di pandang Allah dengan penuh rahmat.
36. Jika wanita melayan suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun solat.
37. Wanita yang melayan dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan medapat pahala jihad.
38. Jika wanita memicit suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas dan jika wanita memicit suami bila disuruh akan mendapat pahala tola perak.
39. Dari Hazrat Muaz : Mana-mana wanita yang berdiri atas dua kakinya membakar roti untuk suaminya hingga muka dan tangannya kepanasan oleh api,maka diharamkan muka dan tangannya dari bakaran api neraka.
40. Thabit Al Banani berkata: Seorang wanita dari Bani Israel yang buta sebelah matanya sangat baik khidmatnya kepada suaminya. Apabila ia menghidangkan makanan dihadapan suaminya, dipegangnya pelita sehingga suaminya selesai makan. Pada suatu malam pelitanya kehabisan sumbu, maka diambilnya rambutnya dijadikan sumbu pelita. Pada keesokkannya matanya yang buta telah celik. Allah kurniakan keramat (kemuliaan pada perempuan itu kerana memuliakan dan menghormati suaminya).
41. Pada suatu ketika di Madinah, Rasulullah s.a.w. keluar mengiringi jenazah. Baginda dapati beberapa orang wanita dalam majlis itu. Baginda lalu bertanya, “Adakah kamu menyembahyangkan mayat ?” Jawab mereka,”Tidak” Sabda Baginda, “Seeloknya kamu sekelian tidak perlu ziarah dan tidak ada pahala bagi kamu. Tetapi tinggallah di rumah dan berkhidmatlah kepada suami nescaya pahalanya sama dengan ibadat-ibadat orang lelaki.
42. Wanita yang memerah susu binatang dengan ‘Bismillah’ akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.
43. Wanita yang menguli tepung gandum dengan ‘Bismillah’, Allah akan berkatkan rezekinya.
44. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di Baitullah.
45. “Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang mengeluarkan peluh ketika membuat roti, Allah akan mebinakan 7 parit diantara dirinya dengan api neraka, jarak diantara parit itu ialah sejauh langit dan bumi.”
46. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang, Allah akan mencatatkan untuknya perbuatan baik sebanyak utus benang yang dibuat dan memadamkan seratus perbuatan jahat.”
47. “Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang menganyam akan benang dibuatnya, Allah telah menentukan satu tempat khas untuknya di atas takhta di hari akhirat.”
48. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang meminyakkan rambut anaknya, menyikatnya, mencuci pakaian mereka dan mencuci akan diri anaknya itu, Allah akan mencatatkan untuknya pekerjaan baik sebanyak helai rambut mereka dan memadamkan sebanyak itu pula pekerjaan jahat dan menjadikan dirinya kelihatan berseri di mata orang-orang yang memerhatikannya.”
50. Sabda Nabi s.a.w.: “Ya Fatimah barang mana wanita meminyakkan rambut dan janggut suaminya, memotong misai dan mengerat kukunya, Allah akan memberi minum akan dia dari sungai sungai serta diringankan Allah baginya sakaratul maut dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman daripada taman- taman syurga dan dicatatkan Allah baginya kelepasan dari api neraka dan selamatlah ia melintas Titian Shirat.”
Begitu istimewanya seorang yang bernama wanita
Hormatilah, sayangilah, kasihilah mereka seperti orang tuamu mengasihi kamu.
Aamiin ya Rabbal'aalamiin
35. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suaminya melihat isterinya dengan kasih sayang akan di pandang Allah dengan penuh rahmat.
36. Jika wanita melayan suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun solat.
37. Wanita yang melayan dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan medapat pahala jihad.
38. Jika wanita memicit suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas dan jika wanita memicit suami bila disuruh akan mendapat pahala tola perak.
39. Dari Hazrat Muaz : Mana-mana wanita yang berdiri atas dua kakinya membakar roti untuk suaminya hingga muka dan tangannya kepanasan oleh api,maka diharamkan muka dan tangannya dari bakaran api neraka.
40. Thabit Al Banani berkata: Seorang wanita dari Bani Israel yang buta sebelah matanya sangat baik khidmatnya kepada suaminya. Apabila ia menghidangkan makanan dihadapan suaminya, dipegangnya pelita sehingga suaminya selesai makan. Pada suatu malam pelitanya kehabisan sumbu, maka diambilnya rambutnya dijadikan sumbu pelita. Pada keesokkannya matanya yang buta telah celik. Allah kurniakan keramat (kemuliaan pada perempuan itu kerana memuliakan dan menghormati suaminya).
41. Pada suatu ketika di Madinah, Rasulullah s.a.w. keluar mengiringi jenazah. Baginda dapati beberapa orang wanita dalam majlis itu. Baginda lalu bertanya, “Adakah kamu menyembahyangkan mayat ?” Jawab mereka,”Tidak” Sabda Baginda, “Seeloknya kamu sekelian tidak perlu ziarah dan tidak ada pahala bagi kamu. Tetapi tinggallah di rumah dan berkhidmatlah kepada suami nescaya pahalanya sama dengan ibadat-ibadat orang lelaki.
42. Wanita yang memerah susu binatang dengan ‘Bismillah’ akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.
43. Wanita yang menguli tepung gandum dengan ‘Bismillah’, Allah akan berkatkan rezekinya.
44. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di Baitullah.
45. “Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang mengeluarkan peluh ketika membuat roti, Allah akan mebinakan 7 parit diantara dirinya dengan api neraka, jarak diantara parit itu ialah sejauh langit dan bumi.”
46. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang, Allah akan mencatatkan untuknya perbuatan baik sebanyak utus benang yang dibuat dan memadamkan seratus perbuatan jahat.”
47. “Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang menganyam akan benang dibuatnya, Allah telah menentukan satu tempat khas untuknya di atas takhta di hari akhirat.”
48. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang meminyakkan rambut anaknya, menyikatnya, mencuci pakaian mereka dan mencuci akan diri anaknya itu, Allah akan mencatatkan untuknya pekerjaan baik sebanyak helai rambut mereka dan memadamkan sebanyak itu pula pekerjaan jahat dan menjadikan dirinya kelihatan berseri di mata orang-orang yang memerhatikannya.”
50. Sabda Nabi s.a.w.: “Ya Fatimah barang mana wanita meminyakkan rambut dan janggut suaminya, memotong misai dan mengerat kukunya, Allah akan memberi minum akan dia dari sungai sungai serta diringankan Allah baginya sakaratul maut dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman daripada taman- taman syurga dan dicatatkan Allah baginya kelepasan dari api neraka dan selamatlah ia melintas Titian Shirat.”
Begitu istimewanya seorang yang bernama wanita
Hormatilah, sayangilah, kasihilah mereka seperti orang tuamu mengasihi kamu.
Aamiin ya Rabbal'aalamiin
Langganan:
Postingan (Atom)